Simulasi Pra-MTQ Jadi Ajang Pemantapan Kafilah Kotabaru Menuju MTQ Provinsi Kalsel 2026

Umum 16 June 2026 | 01:17 WITA Dibaca 82 kali
Simulasi Pra-MTQ Jadi Ajang Pemantapan Kafilah Kotabaru Menuju MTQ Provinsi Kalsel 2026

Banjarmasin – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Kotabaru menggelar Simulasi Pra-MTQ Nasional XXXVII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 di Sienna Inn Hotel Banjarmasin, Senin (15/6/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 17 Juni tersebut menjadi bagian dari persiapan akhir Kafilah Kabupaten Kotabaru sebelum mengikuti MTQ Nasional XXXVII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang akan dilaksanakan di Kabupaten Barito Kuala.

Simulasi diikuti seluruh peserta yang dipersiapkan untuk mewakili Kabupaten Kotabaru pada berbagai cabang musabaqah. Kegiatan ini juga melibatkan pelatih, pembina, official, dewan hakim, tim monitoring dan evaluasi, serta tim medis yang bertugas mendukung pelaksanaan kegiatan.

Ketua Harian LPTQ Kabupaten Kotabaru, Drs. H. Bahrudin HS., M.AP., mengatakan bahwa simulasi dilaksanakan sebagai sarana untuk melihat sejauh mana kesiapan peserta setelah menjalani proses pembinaan yang telah dilakukan selama ini.

Menurutnya, MTQ tidak hanya berbicara mengenai prestasi, tetapi juga menjadi media syiar Islam dan pembinaan umat dalam menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an. Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya menjelang pelaksanaan lomba.

"Melalui simulasi ini peserta dapat merasakan suasana perlombaan yang mendekati kondisi sebenarnya. Dari sini akan terlihat kemampuan peserta, baik dari sisi mental, penguasaan materi, maupun kesiapan teknis," ujarnya.

Ia menambahkan, hasil simulasi nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi para pelatih dan pembina untuk menentukan langkah pembinaan yang perlu dilakukan sebelum pelaksanaan MTQ tingkat provinsi.

Sementara itu, Bupati Kotabaru yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ia menilai simulasi Pra-MTQ memiliki peran penting dalam mempersiapkan peserta menghadapi persaingan di tingkat provinsi. Selain mengukur kemampuan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat mental bertanding serta meningkatkan kepercayaan diri peserta.

"Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Terima setiap masukan dari pelatih maupun dewan hakim sebagai bekal untuk meningkatkan kualitas diri," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris LPTQ Provinsi Kalimantan Selatan, H. Ahmad Sawiti, S.Ag., M.H.I., memberikan pembinaan kepada peserta, pelatih, dan pengurus LPTQ. Ia menegaskan bahwa prestasi dalam ajang MTQ tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses pembinaan yang terencana, terukur, dan dilakukan secara konsisten.

Menurutnya, setiap daerah perlu memiliki strategi pembinaan yang jelas agar mampu menghasilkan peserta yang kompetitif pada seluruh cabang musabaqah. Pembinaan tidak cukup dilakukan menjelang perlombaan, tetapi harus berlangsung secara berkesinambungan melalui evaluasi dan peningkatan kemampuan peserta.

Ia juga mengingatkan pentingnya setiap peserta berupaya meraih posisi terbaik karena hasil yang dicapai akan berpengaruh terhadap perolehan nilai daerah. Dalam sistem penilaian MTQ Provinsi Kalimantan Selatan, juara pertama memperoleh 20 poin, juara kedua 15 poin, sedangkan juara ketiga mendapatkan 10 poin.

"Semua cabang memiliki kontribusi terhadap perolehan poin daerah. Karena itu setiap peserta harus memiliki semangat untuk memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Kotabaru. Semakin banyak cabang yang mampu meraih posisi juara, semakin besar peluang daerah untuk bersaing di papan atas klasemen," ungkapnya.

Ahmad Sawiti juga mengapresiasi langkah LPTQ Kabupaten Kotabaru yang melaksanakan simulasi secara menyeluruh pada seluruh cabang yang akan diikuti pada MTQ tingkat provinsi. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam memetakan kekuatan sekaligus mengetahui aspek yang masih perlu diperbaiki sebelum memasuki arena perlombaan.

Kabupaten Kotabaru sendiri akan menurunkan kafilah pada berbagai cabang perlombaan, mulai dari tilawah Al-Qur'an, qira'at sab'ah, tahfiz Al-Qur'an, tafsir Al-Qur'an, fahmil Qur'an, syarhil Qur'an, khat Al-Qur'an, hadits, hingga karya tulis ilmiah Al-Qur'an dan hadits.

Melalui simulasi ini, LPTQ Kabupaten Kotabaru berharap seluruh peserta dapat tampil lebih siap, baik dari sisi kemampuan maupun mental bertanding. Dengan persiapan yang matang serta dukungan semua pihak, Kafilah Kabupaten Kotabaru diharapkan mampu meraih hasil terbaik dan mengharumkan nama daerah pada MTQ Nasional XXXVII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 di Kabupaten Barito Kuala.

Bagikan Berita: